Pandemi Covid-19: Ada apa dengan Ketahanan Pangan Indonesia?

    Pangan adalah kebutuhan primer manusia di seluruh dunia. Kebutuhan pokok ini ditopang oleh sektor Pertanian. Adanya Covid-19 menimbulkan permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat ketidakstabilan pangan nasional akibat rantai distribusi yang terhambat dan berimbas pada penurunan harga komoditi pertanian. Walaupun sektor pertanian merupakan kandidat terkuat di tengah pandemi Covid-19 yang menunjukkan nilai revisi pertumbuhan EIU sebesar 3,2 % dengan selisih 0,9 % dari kondisi normal sebelum pandemi yaitu 4,1 %. Tetapi tetap saja ketika adanya penurunan permintaan akibat krisis ekonomi global dan banyaknya PHK meningkatkan kasus kemiskinan di Indonesia karena semakin banyak orang yang tidak bisa mencukupi perekonomiannya akibat kehilangan pekerjaan. Pada kondisi normal sebelum pandemi, Indonesia telah masuk peringkat ke-5 negara ketahanan pangan rendah di ASEAN (2019) dengan tingkat kemiskinan 1,63 juta jiwa (2019) dan jumlah balita kurang gizi sebesar 13,8 %. Adanya pandemi memunculkan potensi meningkatnya jumlah kemiskinan baru di Indonesia sebesar 5,5 – 8 juta jiwa, di lansir dari Kata Data (15/10/2020). 

    Diketahui, saat ini kondisi ketahanan pangan Indonesia sedang tidak aman, dikarenakan ketersediaan pangan yang tidak merata di situasi pandemi dan tidak semua penduduk mempunyai akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk memenuhi kecukupan gizi saat pandemi. Maka penting aspek ketersediaan, aspek distribusi, dan aspek konsumsi yang stabil dalam rangka perwujudan Ketahanan Pangan Nasional terutama Indonesia sebagai negara agraris. Di situasi ini respon Kementerian Pertanian RI cukup baik dengan adanya program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas (program spesifik), program nilai tambah untuk daya saing industri (program lintas K/L), program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (program lintas K/L), program pendidikan dan pelatihan vokasi, dan program dukungan manajemen. Namun pelaksanaannya harus dilakukan secara merata supaya dapat dipastikan setiap daerah mendapatkan stok yang sesuai dengan kebutuhan pangannya. Dan jangan lupa untuk terus melakukan pengawasan dari hulu ke hilir supaya semua menjadi satu kesatuan yang komprehensif dan kolaboratif untuk menjaga ketahanan pangan nasional, seperti pidato Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno, “Pangan adalah pilar hidup matinya sebuah bangsa. Hidup-matinya sebuah bangsa ada di tangan sektor pertanian negeri tersebut”. Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ini banyak hati yang rindu untuk dikembalikannya kejayaan pangan Indonesia.

    Hidup Pertanian!

    ———————————————————–

    Oleh: Mikha Selina Putri

    Mahasiswi Agronomi dan Hortikultura, Universitas Lampung

    Rintara Jaya Lampung

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here