Ekspedisi Raksaka Utara, Rajut Pulau Terluar dengan Cinta

raksaka utara

Sebanyak 31 pemuda dan pemudi terpilih menjadi bagian dari Ekspedisi Raksaka Utara yang diinisiasi oleh Forum Nasional Rintara Jaya yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kemaritiman dan kecintaan pada masyarakat yang ada di daerah pesisir dan kepulauan.

Pada kesempatan kali ini, Ekspedisi Raksaka Utara memilih tujuan pengabdian di Pulau Sabira dan diberangkatkan pada tanggal 8-14 Februari 2019 kemarin. 

Pulau Sabira menjadi lokasi tujuan karena wilayahnya yang masuk dalam Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta itu cukup sulit untuk mendapatkan akses. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan dan penyebaran informasi.

Pulau Sabira merupakan pulau terluar dan paling utara di gugusan kepulauan seribu, bahkan lebih dekat ke arah Lampung daripada Jakarta. Untuk sampai di Pulau Sabira, Tim Ekspedisi Raksaka Utara harus menempuh perjalanan 8 jam dari pelabuhan Muara Kamal. Ketika itu Tim Ekspedisi Raksaka Utara berangkat Pukul 3 subuh dan sampai di Pulau Sabira sekitar Pukul 11.00 WIB.

“Pertama kami sampai di Pulau Sabira, Warga dan anak-anaknya cukup aktif hingga kami tidak diberikan waktu istirahat lebih untuk itu. Saya benar-benar sangat tersanjung bisa berhadapan dengan anak-anak sepintar mereka dan berkat mereka, perjalanan 8 jam menembus ombak seakan tidak ada rasanya” ungkap Putri Monalisa, peserta Ekspedisi Raksaka Utara dari Pertamina Jambi yang juga alumnus Universitas Jambi.

mg-2215-revisi-5c6c9dee6ddcae7a27458376.jpg

Adapun kegiatan Ekspedisi Raksaka Utara cukup beragam meliputi pendidikan agama, penyebaran buku, english for fun, pertandingan olahraga, outbond, pelatihan seni tari, pelatihan jurnalistik, kreasi barang bekas, jelajah sampah, penyuluhan konservasi penyu, penyuluhan hidup bersih dan sehat, penyuluhan diabetes dan hipertensi, mendongeng, peremajaan rumah baca, membaca puisi, pelatihan shibori, pentas seni, dan masih banyak lagi.

Untuk mengadakan program tersebut, Tim Ekspedisi Raksaka Utara mendapatkan banyak dukungan dari beberapa donatur kegiatan seperti penerbit, tokoh masyarakat, lembaga, dan lainnya sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar.

Menurut Aprirandi, Ekspedisi Raksaka Utara ini sangat terasa manfaatnya karena bisa sedekat itu dengan masyarakat. Pemuda indonesia memang sudah seharusnya turun ke masyarakat untuk merasakan suka dan duka hidup di tengah masyarakat yang majemuk, jangan hanya mengandalkan teori yang ada di bangku kuliah karena pada akhirnya kita harus turun ke masyarakat kembali.

Sementara itu, Bapak Haji Jamil Fahmi selaku kepala sekolah SD Negeri Pulau Harapan 02 Pagi dan SMP Negeri Satu Atap 02 Pulau Sabira merasa sangat senang atas program Ekspedisi Raksaka Utara meski hanya enam hari kegiatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini harusnya lebih lama lagi agar masyarakat pulau Sabira lebih bisa mendalami ilmu dan merasakan manfaat yang peserta Ekspedisi Raksaka Utara berikan.

mg-1531-revisi-5c6c9ecfc112fe6526106014.jpg

Bapak Abidin selaku Lembaga Musyawarah Kelurahan juga sangat senang dengan kehadiran kami karena telah memberikan soft skill baru pada anak muda di Pulau Sabira. Tambahnya, kegiatan ini harus terus berjalan karena sangat membantu daerah-daerah yang masih belum terjamah oleh pemerintah.

Peserta lainnya, Niken Ayuningtyas, mahasiswa Universitas Terbuka Bantul berharap, program Ekspedisi Raksaka Utara tetap berlanjut dengan memperluas daerah jangkauannya, bukan hanya sekadar kegiatan singkat namun juga berkelanjutan agar pulau-pulau terluar semakin terbantu.

“Kesan pertama yang saya dapat dari Ekspedisi Raksaka Utara ini adalah keluarga baru begitu komplet, banyak mengajarkan hal mulia dan persahabatan hingga cinta tanah air kepada warga dan Tim Ekspedisi Raksaka Utara.

 Sungguh perjalanan yang amat hebat” Heru Hermanto, mahasiswa jurusan Pemberdayaan Sumberdaya Perikanan Universitas Brawijaya.

Penulis: Randi Apriansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here