Benteng Martello: Situs Sejarah Peninggalan Belanda dan Kisah Kelam di Baliknya

Pulau Kelor

Benteng Martello terletak di pulau Kelor, Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta. Selain cantik, pulau ini juga menyimpan sejarah yang wajib untuk diketahui. Pulau Kelor memiliki nama asli Kerfkhof yang artinya adalah halaman gereja atau bisa juga disebut sebagai tempat pemakaman. Pulau Kelor dulunya memang terkenal dengan tempat eksekusi para tahanan Belanda yang akhirnya dikubur di pulau ini, namun sekarang kita tidak bisa melihatnya secara langsung makamnya karena tidak ada batu nisan apapun yang menandakan bahwa ada makam di pulau ini.

Benteng Martello dan galangan kapal adalah satu-satunya peninggalan belanda di pulau Kelor yang dibangun VOC untuk menghadapi Portugis di abad ke 17. Terdapat peninggalan zaman Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17, Benteng Martello.

Benteng Martello di awal pembangunannya adalah bangunan pertahanan yang dibangun oleh Inggris di berbagai daerah jajahannya yang ada di seluruh dunia yang terinspirasi dari benteng Mortella di Corsica, Laut Tengah. Alasan utama Inggris menjiplak model benteng Mortella di Corsica adalah terpukaunya Inggris karena sistem pertahanan yang baik dari benteng ini. Mortella seringkali salah diucapkan menjadi Martello yang dalam bahasa Italia berarti Palu. Benteng Martello dan Mortella di Corsica bukanlah satu-satunya benteng yang mempunyai desain seperti itu, melainkan ada banyak sekali tersebar di seluruh dunia dan salah satunya adalah di Pulau Shetland Selatan di Antartica.

Menurut National Geographic Indonesia, pulau Kelor akan tenggelam 45 tahun lagi sejak 2011. Prediksi ini bukan berdasarkan ramalan semata karena menurut data UPT Taman Arkeologi Onrust mengungkap bahwa Pulau Kelor memiliki luas sekitar 1,5 ha pada tahun 1980-an sedangkan pada tahun 2011 luasnya tidak mencapai 1 ha. Pulau Kelor yang semakin lama menyempit ini dikarenakan oleh abrasi pantai yang mengikis Pulau Kelor ini.

Kondisi terkini dari Benteng Martello sudah agak rusak akibat beberapa peristiwa yang menimpa Pulau Kelor. Benteng Martello yang sekarang masih bisa dinikmati adalah bagian cincin dalamnya, sedangkan cincin luar yang luas sudah tidak tampak seperti bangunan melainkan hanya tembok-tembok yang berdiri di daerah pesisir laut. Benteng Martello yang rusak merupakan akibat dari beberapa bencana alam yang terjadi pada masa silam seperti gempa Jakarta pada tahun 1966 dan akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Untuk kalian para traveler yang berkunjung ke Pulau Kelor, sebisa mungkin agar tidak merusak benteng peninggalan yang bersejarah agar lebih banyak orang yang bisa menikmati sekaligus merasakan jejak bersejarah tempat yang indah ini. Benteng Martello juga perlu dikenalkan kepada generasi penerus agar belajar mencintai negerinya serta mengerti sejarah yang ada di Indonesia lebih dalam lagi. (ctz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here